Contents
- 1 Cerita dan Latar Of Ash and Steel
- 2 Eksplorasi: Tidak Ada Marker, Ada Kebebasan
- 3 Mekanika Pertarungan yang Dalam dan Beragam
- 4 Tiga Pilar Perkembangan: Bertarung, Bertahan, dan Berkarya
- 5 Atmosfer Dunia: Klasik, Nyata, dan Penuh Nuansa
- 6 Kisah “Zero to Hero” dan Pertumbuhan Tristan
- 7 Mode Arena: Uji Keterampilanmu
- 8 Susah Tapi Penuh Kepuasan: Tantangan dan Risiko
- 9 Humor dan Keunikan Dunia
- 10 Reaksi Komunitas dan Harapan
- 11 Siapa Target Pemainnya?
- 12 Kekurangan yang Mungkin Perlu Diperhatikan
- 13 Kesimpulan
- 14 Author
Di dunia game RPG, sensasi nostalgia klasik sering menjadi daya tarik tersendiri. Of Ash and Steel, buatan developer Fire & Frost dan diterbitkan oleh tinyBuild, hadir sebagai angin segar bagi para penggemar RPG lawas yang merindukan nuansa Gothic, Risen, atau Witcher klasik, namun tetap menyuguhkan sentuhan modern yang relevan untuk era kini.
Direncanakan rilis di PC melalui Steam dan GOG pada November 2025 (meski sempat mundur ke tanggal 24 November) . Sebelum peluncuran penuh, pemain bahkan sudah bisa mencicipi demo saat Steam Next Fest — memberikan gambaran awal tentang jalan cerita, mekanika pertarungan, dan eksplorasi dunia.
Cerita dan Latar Of Ash and Steel

Kita berperan sebagai Tristan, seorang kartografer (pemetaan) yang tiba-tiba terjerat dalam konflik besar di pulau yang dikenal sebagai Kingdom of the Seven. Dunia ini dulunya makmur, tetapi kini diliputi kerusakan dan misteri.
Meski Tristan bukan pahlawan legendaris di awal — justru sebaliknya — dia memiliki potensi besar untuk tumbuh. Dunia akan merespon pertumbuhan Tristan: NPC awalnya mungkin meremehkan atau mengejeknya, tetapi seiring kemajuan, dialog dan perlakuan terhadap Tristan bisa berubah Steam.
Eksplorasi: Tidak Ada Marker, Ada Kebebasan
Salah satu poin unik dari Of Ash and Steel adalah sistem eksplorasinya yang “tanpa petunjuk instan”. Tidak ada panah besar penunjuk misi, dan tidak ada quest marker yang memandu pemain secara paksa.
Alih-alih diantar, pemain didorong untuk menjelajah secara mandiri: memperhatikan dialog, membaca catatan, dan menggunakan rasa penasaran sebagai pemandu.
Dunia permainan sangat hidup — ada siklus siang-malam, cuaca berubah, dan NPC menjalani rutinitas harian mereka sendiri. Ada gua bawah air, harta tersembunyi, bos misterius, dan quest sampingan yang mencakup banyak aspek kehidupan di pulau Grayshaft.
Mekanika Pertarungan yang Dalam dan Beragam
Pertarungan di Of Ash and Steel bukanlah sekadar “klik banyak lalu menang.” Sistem pertarungannya dirancang dengan serius: pemain bisa memilih dari tiga stance (posisi gaya bertarung) yang berbeda, tergantung senjata dan gaya bermain yang diinginkan.
Beberapa tipe senjata yang tersedia antara lain: pedang dua tangan, rapier yang gesit, mace satu tangan, dan lain-lain. Ada juga kerajinan (crafting), alkimia, dan kemampuan aktif (active skills) yang bisa diperoleh melalui perkembangan skill.
Sistem stamina menjadi sangat penting: kamu harus menakar kapan menyerang, kapan memparry, dan kapan mundur. Jika sembarangan, bisa mati dalam beberapa kali serangan musuh.
Selain itu, elemen lingkungan bisa dimanfaatkan untuk strategi. Misalnya, beberapa review preview menyebut bahwa kamu bisa menggunakan objek di sekitarmu — seperti melempar ember ke musuh — untuk keuntungan taktis.
Tiga Pilar Perkembangan: Bertarung, Bertahan, dan Berkarya
Pertumbuhan karakter Tristan dibagi menjadi tiga cabang skill atau pohon kemampuan: War (perang), Survival (bertahan hidup), dan Crafting (kerajinan).
War: fokus ke serangan, stance, dan teknik bertarung.
Survival: meliputi sistem kebutuhan dasar seperti makanan dan air, serta penggunaan jebakan dan racun.
Crafting: kerajinan senjata, armor, ramuan, hingga makan bisa membuat Tristan lebih kuat dan fleksibel dalam gaya bermain.
Skill juga membuka interaksi dengan dunia. Misalnya, dengan crafting kamu bisa memperbaiki peralatan, menjual barang, bahkan membuat senjata yang unik. Dengan survival, kamu perlu mengatur kapan beristirahat (di perkemahan), memasak makanan, dan memastikan Tristan tetap sehat.
Atmosfer Dunia: Klasik, Nyata, dan Penuh Nuansa

Of Ash and Steel sangat menekankan atmosfer dunia yang imersif. Visualnya menampilkan lingkungan yang “kasar” — bukan dunia fantasi berkilau, tetapi dunia yang terasa hidup dan kadang keras.
Audio juga sangat diperhatikan: suara alam, angin, daun berdesir, dan burung bernyanyi menciptakan latar yang organik. NPC menjalani rutinitas harian, muncul di tempat tertentu sesuai jam, tidur atau bekerja — ini bukan game yang “semua orang ada di mana-mana setiap saat”.
Cuaca dan waktu juga memengaruhi eksplorasi. Dunia bisa sangat berbeda di bawah hujan, saat malam tiba, atau di tengah badai — dan ini bukan hanya kosmetik, tapi juga bisa memengaruhi pengalaman bermain.
Kisah “Zero to Hero” dan Pertumbuhan Tristan
Salah satu tema sentral dalam game ini adalah transformasi Tristan: dari figur yang lemah, tidak berpengalaman, dan diremehkan, menjadi sosok kuat yang dihormati. Dalam cuplikan wawancara dev, mereka menyebut: “Jika di awal kamu diperlakukan seperti pengemis … di akhir karakter lain akan membungkuk padamu.”
Hal ini tidak hanya ditunjukkan lewat angka level, tetapi juga lewat bagaimana NPC bereaksi terhadap Tristan. Penampilan, senjata, dan reputasi bisa membuat karakter lain melihat Tristan dengan cara yang berbeda.
Mode Arena: Uji Keterampilanmu
Selain cerita utama dan eksplorasi dunia terbuka, ada mode Arena Master di demo game yang memungkinkan pemain menguji kemampuan bertarungnya.
Di arena, kamu bisa bertarung dengan cepat, memperoleh pengalaman, emas, dan reputasi. Kamu juga bisa memperkuat senjata dan armor, serta menguasai teknik baru. Ini cocok bagi pemain yang suka tantangan murni dalam duel, tanpa harus terikat dengan jalan cerita.
Susah Tapi Penuh Kepuasan: Tantangan dan Risiko
Game Of Ash and Steel tidak memberikan kompensasi mudah. Ada elemen survival: Tristan harus makan dan minum, dan menggunakan perkemahan untuk beristirahat atau memasak. Jika diabaikan, konsekuensinya bisa fatal.
Musuh tidak di-scaling (“level scaling”): artinya level musuh tetap sama di lokasi tetap, jadi jika kamu menjelajah terlalu jauh terlalu awal, kemungkinan besar kamu akan kewalahan dan mati.
Kematiannya bisa sering terjadi — dan cepat. Banyak musuh bisa menghabisi Tristan jika kamu salah strategi atau ceroboh. Namun, ketika kamu berhasil, hadiahnya sepadan: gear bagus, kemampuan baru, dan rasa pencapaian yang kuat.
Humor dan Keunikan Dunia
Meskipun tema utamanya terasa serius dan keras, Of Ash and Steel juga menyelipkan humor yang unik. Salah satu quest awal, misalnya, melibatkan misi mencari celana seorang laki-laki yang mabuk dan buang air besar secara memalukan.
Hal-hal kecil seperti ini menunjukkan bahwa dunia game Of Ash and Steel tidak sepenuhnya gelap dan epik — ada sisi manusiawi, konyol, dan realistik. Karakter NPC bukanlah figur satu dimensi tetapi penuh cacat, kebiasaan, dan rutinitas.
Reaksi Komunitas dan Harapan
Demo dari Of Ash and Steel mendapat sambutan positif dari pemain, dengan review rata‑rata “mostly positive” di Steam Demo Beberapa pemain sangat mengapresiasi kebebasan eksplorasi dan tantangan pertarungan.
Namun, karena masih preview / demo, ada juga kritik: beberapa mengeluhkan bug, animasi wajah yang kaku, dan kontrol yang terasa “clunky” di awal. Satu pemain Reddit berkata pengalamannya “menyegarkan seperti Gothic,” tetapi masih butuh polish.
Developer juga aktif merespons masukan: dalam sebuah “letter from the team”, mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas feedback dan menyatakan bahwa versi akhir akan memperhatikan banyak masukan komunitas.
Siapa Target Pemainnya?
Penggemar RPG klasik: Jika kamu tumbuh dengan game seperti Gothic, Risen, atau The Witcher (era awal), sensasi “lawas modern” di Of Ash and Steel akan sangat resonan.
Pemain yang suka eksplorasi: Tanpa marker misi, kamu butuh keenam indera dan rasa ingin tahu.
Pemain yang menikmati tantangan: Elemen survival, musuh kuat, dan pertarungan tak memaafkan menjadikan game Of Ash and Steel cocok untuk kamu yang suka “berjuang, lalu terasa bangga saat menang.”
Pemain kreatif: Dengan pohon skill seperti crafting dan alkimia, pemain bisa memilih gaya unik — bukan sekadar “membunuh semua dengan pedang paling besar.”
Kekurangan yang Mungkin Perlu Diperhatikan
Tentu saja, tidak semua hal sempurna. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:
Kurva belajar tinggi — Karena tantangan pertarungan dan survival, pemain baru mungkin kesulitan.
Bugs dan performa — Sebagai game indie yang masih dalam tahap demo / pengembangan, potensi bug masih ada.
Keterbatasan navigasi — Tanpa petunjuk misi jelas, pemain yang kurang suka “eksperimen” mungkin merasa tersesat.
Visual dan animasi — Beberapa review menyebut animasi karakter atau ekspresi wajah masih kaku.
Kesimpulan
Of Ash and Steel adalah sebuah RPG yang berani mengambil risiko: ia menolak banyak “kemudahan modern” demi menghadirkan pengalaman yang lebih murni, menantang, dan personal. Dengan eksplorasi tanpa pemandu, pertarungan taktikal berbasis stance, dan elemen survival yang terasa nyata, game Of Ash and Steel berpotensi menjadi favorit para pecinta RPG “lama tapi emas.”
Lebih dari sekadar game, ini adalah undangan untuk menjelajah dengan mata dan pikiran, untuk tumbuh dari orang biasa menjadi tokoh yang dihormati, dan untuk merasakan kembali kenikmatan penemuan — bukan karena game memaksa, tetapi karena dunia di sekitarmu menyimpan rahasia yang layak ditemukan.
Baca fakta seputar : game
Baca juga artikel menarik tentang : Arc Raiders: Pertempuran Epik Melawan Mesin dari Langit yang Mengancam Dunia


